I am Back!

“Yang kangen, yang kepo, yang belum kenal sama blog ini, ayo..ayo.. merapat!”

Yes, selama tahun 2018 kemarin aku memang menghilang dari peredaran dunia blog dan vlog. Instagram juga lebih banyak stalkingnya dari pada sharingnya. Banyak banget yang nanya, “kenapa? kan sayang? kapan ada tulisan baru? atau kapan ada video baru?” dan aku cuma bisa nyengir sambil jawab, “Ya nanti yaa.. , doain aja ya semoga ada waktunya, sabar ya masih sibuk ini.. itu..”, dsb. Maafkan ya teman-teman pembaca dan viewer vlog.

Ok, jadi kenapa aku sebegitu meninggalkannya, karena di tahun 2018 aku memang lagi ambil sekolah bahasa, bahasa Swedia. Aku ingin fokus disitu. Aku selalu berusaha meluangkan waktu untuk menulis atau membuat video, tapi semuanya mentah dan hanya berakhir di draft. Rutinitas setiap hari juga ternyata mempengaruhi mood, yang kadang suka naik turun sesuka hati. Sering aku berpikir (menyemangati diri), orang lain bisa kok aku gak bisa, aku juga harus bisa. Tapi ternyata menulis atau membuat video dengan sedikit paksaan bikin aku gak enjoy dan yang ada malah stress. Sedangkan tujuan aku melakukan itu semua awalnya untuk me time, supaya aku gak jenuh dengan rutinitas dan keadaan. Rutinitas antar anak, pergi sekolah, pulang sekolah, jemput anak, masak, lakuin pekerjaan rumah, ngerjain pr. Lelah Hayati bang..

Tapi jujur, setiap ada pertanyaan atau ada yang menyemangati untuk menulis atau membuat video itu senengnya bukan main “ternyata ada yang rindu sama aku..” hahaha.. *udah kesel belum bacanya?

2018

DIsini aku mau sedikit cerita tentang apa aja sih yang terjadi di tahun 2018. Sebenernya secara gak langsung resolusi atau harapanku di awal tahun 2018 tercapai. Aku bukan tipe anak yang “HARUS”an sih, tapi tetep di usahakan untuk mencapai itu semua.

Sekolah Bahasa

Kelas SFI
Kelas SFI

Sekitar 10 bulan aku sekolah bahasa swedia dan di tahun 2018 aku lulus untuk tingkatan basic yang disebut SFI ( Svenska för Invandrare atau Swedish for Immigrants). Tingkatan ini cukup buat orang-orang bisa berkomunikasi atau surat-menyurat dengan baik. Jadi untuk yang mau kerja, sampai tingkatan ini aja sebenarnya cukup tapi jika ingin ambil pendidikan lagi di universitas (S1) atau pendidikan-pendidikan khusus, kita harus sekolah bahasa lagi dengan tingkatan yang lebih advance.

Bekerja di Sebuah Perusahaan Lokal

Pelabuhan Kapal Nelayan
Pelabuhan Kapal Nelayan Fiskebäck

Saat itu aku berencana, setelah lulus SFI aku ingin bekerja, kalau belum dapet ya lanjutin lagi sekolahnya ke tingkat yang lebih tinggi. Pengennya sih kerja sambil sekolah, karena aku ingin ambil pendidikan lagi disini. Ternyata beres aku ujian, ada temen yang menawarkan kerja. Memang bukan pekerjaan yang sebidang dengan pendidikan aku sebelumnya, tapi aku memang sangat ingin bekerja saat itu. Penasaran juga seperti apa sih bekerja disini yang dimana kita harus pakai bahasa asing selain bahasa Inggris. Tau bagaimana sistem kerja, cara penggajian, dan pembayaran pajak disini secara real bukan hanya tahu dari teori di kelas, hehe. Selain itu dengan bekerja aku bisa bantu keuangan keluarga juga, minimal uang jajan bertambah, hahaha.. (nabung yomi.. nabung!)

Terus gimana rasanya setelah bekerja? Cape coy! hahahhaa… kalau gak cape ya bukan kerja namanya. Pekerjaan baru ini memang cukup berat buat aku ternyata, kebayang kan hampir 5 tahun gak pernah gerak dan sekarang harus kerja fisik, hahaha.. Di situ aku merasa “letoy” (lemah). Hahaha..

Untuk urusan antar jemput anak, sekarang aku berbagi tugas dengan suami. Dia antar dan aku jemput. Urusan pekerjaan rumah juga kita bagi tugas dan bersyukurnya suami gak protes kalau rumah lagi berantakan, hehehe..

Pindah Apartemen

Di pertengan tahun 2018 kami semua disibukan oleh pindahan apartemen. Perpindahan ini cukup menguras tenaga, waktu dan pikiran. Urusan tempat tinggal memang ribet di sini. Tidak mudah untuk mendapatkan tempat yang baru di Swedia ini. Mungkin aku bisa bahas di postingan lain tentang tempat tinggal di Swedia. Singkat cerita setelah berbulan-bulan kami cari tempat baru, karena batas waktu kami saat itu tinggal 2 bulan lagi, akhirnya kami dapat tawaran sebuah “rumah” kecil di pinggiran kota, kalau orang bilang Gothenburg coret lah. Aku bingung tempat tinggalku ini sebutannya apa, karena awalnya ini tuh sejenis warehouse kecil yang diubah jadi sebuah hunian yang nyaman. Ya sudah dari pada kita nanti gak tahu harus tinggal dimana, di ambillah tawarannya itu dengan harga yang sebenarnya cukup tinggi untuk ukuran 55m2 dan transportasi yang sulit di setiap akhir pekan. Secara suasana kami suka sekali tinggal disini walaupun kanan kiri depan kandang kuda. “Lo tinggal di mana sih Mi??” hahaha..

pemandangan-depan-rumah
Pemandangan dari Teras Depan Rumah

Tenang.. tenang.. aku memang tinggal di daerah peternakan kuda. Di sebrang jalan depan rumah ada kandang dan ladang tempat kuda berlarian, ada track untuk latihan pacuan kereta kuda juga. Di bagian belakang rumah ada hutan yang nyambung ke sebuah danau yang di mana di saat musim panas orang-orang pergi ke sana untuk berjemur, berenang atau piknik. Suasana yang nyaman dan tenang juga jadi alasan kami memilih tempat ini. Nah bonusnya, kami juga bisa melihat pesta kembang api tahun baru dari rumah karena tempat kami tinggal cukup tinggi untuk bisa melihat sebagian kota. Bukan kayak puncak juga sih tapi ya keliatan lah pemandangan kota sedikit. Kalau pagi aku bisa lihat pemandangan perbukitan dan kuda-kuda yang berlarian di halamannya. Ini sih yang bikin kita jatuh hati sama tempat ini.

Acara Malam Kebudayaan Indonesia

Processed with VSCO with c4 preset
Berfoto Bersama Bapak Dubes RI

Kegiatan rutin akhir tahun ini juga cukup menyita perhatianku. Aku senang banget bisa melakukannya tapi ada yang berbeda dari acara tahun sebelumnya, tahun 2017. Tahun sebelumnya aku sempat bikin vlog untuk acara ini kalian bisa lihat di sini. Tapi di tahun 2018 aku punya tanggung jawab yang lebih, yang membuat aku tidak sempat dan terlalu capek untuk buat vlognya. Banyak yang harus dipikirkan dan dikerjakan saat itu, belum lagi harus jaga anak yang lagi senang-senangnya kesana kemari, hahaha.. tapi semua terbayar sih dengan kesuksesan acara.

Processed with VSCO with c4 preset
Tari Kreasi Karedok Leunca

2019

View this post on Instagram

Happy New Year!

A post shared by Markhamah Dwi Ayomi (@md_ayomi) on

Bagaimana dengan 2019, tentu aku punya pencapaian-pencapaian yang diinginkan dan mudah-mudahan bisa terlaksana. Salah satunya ya menulis lagi seperti ini.

Ternyata 1 tahun berhenti menulis bikin aku canggung lagi untuk memulai dan membuat sedikit perubahan, dulu “saya” sekarang “aku”. Tapi apapun yang berubah aku masih tetap sama kok dengan Ayomi yang dulu dan semoga kalian tetap suka baca blog ini. Ditunggu ya masukannya!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: